Kanker Otak : Tanda-Tanda, Statistik, Harapan Hidup, dan Hubungannya dengan Radiasi Ponsel

0
290

Di dunia kedokteran, kanker otak juga lazim disebut tumor otak, lantaran jenis kanker ini disebabkan oleh tumor yang berkembang dan mengganggu jaringan otak. Tumor otak yang masih kecil masih dapat diangkat sehingga perkembangannya menjadi kanker otak dapat dicegah.

Pada beberapa kondisi, meski tumor kecil masih dapat ditangani, namun tumor tersebut dapat mengakibatkan gangguan yang parah dalam otak. Tak jarang mengakibatkan penderitanya mengalami sakit kepala yang tidak tertahankan hingga mengalami kelumpuhan.

Tumor sendiri terbentuk dari pertumbuhan sel yang tidak normal atau sel-sel rusak. Tak hanya di otak, tumor juga dapat berkembang di sumsum tulang belakang yang juga merupakan bagian dari sistem syaraf pusat seperti halnya otak . Kanker otak dapat menyerang siapa saja. Baik itu anak kecil, orang dewasa, maupun orang lanjut usia.

Jenis Tumor Otak

Tanda-Tanda Kanker Otak

Statistik Kasus Kanker Otak

Kanker Otak dan Ponsel

Jenis Tumor Otak

Ada dua jenis tumor otak, yakni tumor otak jinak dan tumor otak ganas. Tumor otak jinak biasanya hanya menyerang salah satu bagian otak tanpa menyebar ke bagian otak lainnya. Sedangkan tumor otak ganas adalah jenis tumor yang berkembang semakin parah dengan sangat cepat, dan merambat ke bagian otak lainnya.

Jenis tumor yang awal tumbuhnya di bagian otak disebut tumor otak primer, sedang tumor yang mulai tumbuhnya di organ lain dalam tubuh yang kemudian menyebar ke otak disebut tumor otak metastatik.

Tumor otak yang sudah ganas akan berubah menjadi kanker otak. Sedang tumor otak jinak belum berubah menjadi kanker, sehingga penangan dan pengobatannya lebih mudah dan lebih besar harapan sembuhnya dibanding kanker otak.

(gambar sel otak)

Penderita tumor otak harus segera berkonsultasi ke dokter agar diberi penanganan medis secepatnya. Sebab jika tumor dibiarkan berkembang dalam otak, ukuran tumor akan semakin membesar, dan bisa pecah serta mencemari seluruh bagian otak. Jika hal tersebut terjadi, bahkan jika tumor belum berubah menjadi kanker, kemungkinan untuk bertahan hidup nyaris nol.

Di samping tumor otak jinak dan tumor otak ganas, ada berbagai jenis tumor otak lainnya dilihat dari bentuk, ukuran, letak sel yang menjadi tempat tumbuhnya, dan seberapa cepat tumor tersebut tumbuh.

Ada perbedaan antara tumor otak pada orang dewasa dan anak kecil. Pada orang dewasa, umumnya tumor otak yang menyerang adalah jenis tumor astrocytomas anaplastik dan glioblastomas.

Kedua jenis tumor ini mengakibatkan sedikitnya sepertiga kasus kanker otak. Sedang kanker otak pada anak kecil biasanya disebabkan oleh jenis tumor astrocytomas.

Tanda-tanda Kanker Otak

Kanker otak dapat dicegah dengan segera mengangkat tumor otak. Karenanya, semakin dini penderita tumor otak menyadari bahwa di dalam otaknya tengah berkembang tumor bakal kanker, maka akan semakin baik. Keberadaan tumor dalam otak dapat dikenali dari sejumlah ciri-ciri.

Namun, tidak semua tumor otak menunjukkan gelala. Hal ini bergantung pada ukuran, letak dan persebaran tumor dalam otak. Akibatnya, gejala baru akan muncul pada saat tumor telah berkembang menjadi kanker.

Mengutip MedlinePlus sejumlah tanda-tanda kanker otak yang paling umum adalah sebagai berikut:

  1. Fungsi mental berubah
  2. Sering sakit kepala
  3. Pada orang dewasa dan orang tua, mengalami kejang
  4. Lemah pada salah satu bagian tubuh

Berbeda dengan sakit kepala pada umumnya, sakit kepala yang diakibatkan oleh tumor otak memilliki ciri tersendiri:

  1. Sakit kepala muncul selama tidur, dan akan lebih parah pada saat baru bangun tidur. Rasa sakit tersebut akan bertahan selama beberapa jam
  2. Biasanya sakit kepala disertai muntah, penglihatan terganggu dimana benda yang dilihat tampak ganda, perasaan lemah dan kalut.
  3. Sakit kepala terasa semakin memburuk saat berolahraga, batuk, atau mengubah posisi tubuh.

Tanda-tanda kanker otak yang lain dapat berupa :

  1. Kewaspadaan menurun.
  2. Sering mengantuk tanpa sebab yang jelas, hingga pingsan bahkan koma.
  3. Kemampuan pendengaran, pengecap, atau pembau menurun
  4. Berkurangnya sensifitas tubuh dalam menerima rangsangan seperti rasa sakit, tekanan, dan rangsangan lainnya
  5. Sering bingung dan daya ingat menurun
  6. Sulit menelan
  7. Sulit menulis atau membaca
  8. Vertigo, yang ditandai dengan sakit kepala tidak tertahankan disertai oleng
  9. Gerakan mata tak terkendali dan perbedaan ukuran pupil mata
  10. Tremor atau bergetar pada tangan
  11. Sulit mengontrol buang air kecil dan buang air besar
  12. Kesulitan berjalan, hilang keseimbangan atau koordinasi tubuh
  13. Otot wajah, salah satu lengan atau kaki melemah
  14. Mati rasa atau kesemutan
  15. Labil secara emosi, suasana hati dan perilaku
  16. Sulit berbicara atau memahami pembicaraan orang lain

Statistik Kasus Kanker Otak

Berdasar data dari Surveillance, Epidemiology, and End Results Program (SEER) dari National Cancer Institute, pada rentang tahun 2009-2013 dari 100.000 pria dan wanita usia produktif, 6,4% di antaranya menderita kanker otak. Dari jumlah penderita kanker otak yang didapati, sebanyak 4,3% di antaranya meninggal dunia.

Para peneliti memperkirakan ada sekitar 23.770 kasus baru kanker otak di seluruh dunia pada tahun 2016. Angka ini setara dengan 1,4% kasus kanker baru dari seluruh kasus kanker pada 2016. Dari 23.770 kasus tersebut, diperkirakan sekitar 2,7% atau 16,050 di antaranya meninggal dunia.

Masih berdasarkan data penelitian SEER di atas, umumnya, kanker otak menyerang orang tua berusia 55-64 tahun, yakni sebanyak 20,3%. Disusul kelompok usia 65-74 tahun sebesar 18%, kemudian kelompok usia 45-54 tahun sebesar 14,1%. kanker otak juga tidak sedikit menyerang elompok usia 20 tahun ke bawah yakni sebesar 12,8%.

Harapan Hidup Penderita Kanker Otak


(Ilustrasi perbandingan penderita kanker otak yang bertahan hidup dan meninggal dunia berdasar penelitian SEER tahun 2006-2012. Penderita yang masih hidup dilambangkan dengan warna hijau, sedang yang meninggal dilambangkan dengan warna abu-abu)

Berdasar survey yang dilakukan SEER terkait harapan hidup penderita kanker otak, pada tahun 2006-2012 terdapat sekitar 33,8% penderita kanker otak yang masih bertahan hidup.

Sedangkan berdasarkan perkembangan kanker di dalam tubuh, semakin cepat kanker mendapat penanganan medis, semakin besar dan lama harapan hidupnya. Karena saat itu kanker baru berkembang di otak dan belum menjalar ke bagian tubuh lainnya.

Ketika penderita ditangani pada saat kanker masih berada di area lokalnya, harapannya untuk hidup selama 5 tahun ke depan sebesar 76,9%. Angka yang sangat berbeda ditunjukkan ketika kanker sudah menjalar ke sistem saraf lainnya. Saat itu, harapan bagi pasien untuk hidup sepanjang 5 tahun kemudian sisa 36,7%.

Kanker Otak dan Ponsel

Apakah radiasi ponsel menyebabkan kanker otak? Sudah ada sejumlah penelitian yang berupaya menjawab pertanyaan tersebut, seperti yang dilansir dalam situs National Cancer Institute.

Salah satu studi yang paling terkenal adalah studi kontrol kasus yang dlakukan oleh Interphone. Hasil penelitian mereka menunjukkan, tidak ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan ponsel dan kanker otak.

Statisik hanya menunjukkan pengaruh yang signifikan akan frekwensi penggunaan ponsel (menelepon) pada peningkatan risiko glioma yakni tumor primer otak.

Hasil berbeda ditemukan Studi Denmark (Danish Study). Menurut tim peneliti studi ini, penggunaan ponsel sama sekali tidak berpengatuh terhadap risiko tumor primer otak, maupun gangguan syaraf lainnya.

Bahkan, menurut mereka, risiko gangguan otak ataupun sistem syaraf juga tidak ditemukan pada orang-orang yang telah menggunakan ponsel selama 13-15 tahun.

Sejalan dengan hasil penelitian tersebut, Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga mengungkapkan bahwa penelitian yang dilakukan pada hewan secara konsisten tidak menunjukkan adanya peningkatan risiko kanker ini akibat penggunaan ponsel dalam jangka panjang.

Pendapat yang sama ditegaskan Cancer Research UK melalui situsnya bahwa belum ada penelitian yang secara jelas menunjukkan bahwa gelombang elektromagnetik yang dihasilkan ponsel maupun wifi dapat memicu kanker otak.