Leukimia : Kenali Gejala Kanker Darah dan Lawan dengan Cara ini

0
300

Leukimia Menyerang Anak-Anak Hingga Manula

Leukimia, atau yang biasa disebut kanker darah adalah salah satu penyakit berbahaya yang disebabkan oleh sel-sel darah yang rusak.

Akibat jumlahnya yang berlebihan, sel -sel tersebut pun tertimbun di dalam sumsum tulang, menggangggu proses pembuatan sel-sel darah lainnya. Sel-sel rusak tersebutlah yang kelak menjadi kanker.

Umumnya Leukimia disebabkan oleh ketidaknormalan jumlah sel darah putih. Namun sebenarnya leukimia juga dapat disebabkan oleh gangguan pada sel darah merah.

Jenis kanker ini juga dapat dipicu akibat kelainan pada keping darah yang mengakibatkan penggumpalan darah dimana darah yang menggumpal tersebut yang dapat berubah menjadi kanker.

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tua maupun muda. Pada umumnya, Leukimia menyerang terutama pada mereka yang sudah lanjut usia, berkisar 55 tahun ke atas, dan mereka yang masih anak-anak berusia 15 tahun ke bawah. Dibanding pada orang tua, leukimia pada anak lebih besar harapan untuk disembuhkan.

Ada dua jenis leukimia, yakni leukimia akut dan leukimia kronis. Leukimia akut adalah kanker darah yang berkembang semakin ganas dengan sangat cepat.

Sedang leukimia kronis adalah jenis kanker darah yang akan semakin memburuk dalam rentang waktu yang lebih lama.

Fakta dan Data Statistik tentang Leukimia

Berdasarkan data Surveilence, Epidemology, and End Results Program (SEER) National Cancer Institute, estimasi kasus baru kanker darah pada tahun 2016 adalah sebanyak 60.140 kasus baru atau sebanyak 3,6% di seluruh dunia.

Dari jumlah kasus leukimia tersebut, sekitar 4,1% atau sebanyak 24.400 di antaranya yang meninggal dunia.

Pada penelitian kasus leukimia tahun 2009-2013 sendiri, masih berdasar data tersebut, dari 100.000 pria dan wanita di dunia pada rentang usia dewasa, ditemukan sebanyak 13,5% kasus leukimia per tahun. Dari 100.000 pria dan wanita tersebut kasus kematian yang ditemukan adalah sebesar 6,9%.

Berdasar data dan sejumlah studi yang telah dilakukan selama bertahun-tahun, diperkirakan risiko terjadinya kanker ini adalah sejumlah 1,5 % orang di seluruh dunia. Angka ini didapat dengan melihat data tahun 2011-2013.

Dari keseluruhan jenis kanker, kanker darah menempati urutan ke-10 di bawah jenis kanker lainnya. Berikut data rinci serta estimasi jumlah kasusnya pada 2016:

1. Kanker Payudara, 246.660 kasus

2. Kanker Paru-paru, 224.390 kasus

3. Kanker Prostat 180.890 kasus

4. Kanker Rektum dan Kolon 134.490 kasus

5. Kanker Kandung kemih 76.960 kasus

6. Kanker Kulit 76380 kasus

7. Kanker Kelenjar Getah Bening (Non-Hodgkin Lymphoma) 72.580 kasus

8. Kanker Tiroid 64.300 kasus

9. Kanker Ginjal 62.700 kasus

10. Kanker darah/ 60.140 kasus

Dibanding kanker otak, yang tidak termasuk dalam top 15 jenis kanker paling umum, leukimia terbilang jauh lebih banyak penderitanya di dunia karena berada di urutan ke-10 di antara seluruh jenis kanker yang lain. Karenanya, kanker ini tidak dapat dipandang enteng.

Meski penderita penyakit ini kebanyakan adalah anak-anak dan orang tua, namun penyakit ini juga dapat menyerang orang pada usia produktif.

Pada tahun 2009- 2013 di Amerika Serikat, ada sekitar 4,5% hingga 4,9% kasus baru leukimia yang menimpa orang antara rentang usia 20-44 tahun.

Leukimia juga cenderung menyerang pria dibanding wanita. Dan lebih umum didapati pada orang – orang berkullit putih dibanding orang-orang yang berkulit hitam, dimana kebanyakan di antaranya merupakan orang-orang non-hispanik (kulit putih non-spanyol) dan lebih kurang didapati pada orang-orang asia, amerika latin, dan orang hispanik (keturunan bangsa spanyol).

Harapan Hidup Penderita Kanker Darah

Meski penderita kanker darah termasuk salah satu penyakit pembunuh di dunia, namun harapan hidup bagi penderita penyakit ini masih tetap ada. Pada tahun 2013, ditemukan sekitar 333.975 penderita leukimia yang masih bertahan hidup.

Sedang selama rentang 5 tahun pada tahun 2006-2012, dari keseluruhan jumlah penderita kanker ini, ada 59,7% yang masih bertahan hidup.

(keterangan ilustrasi : warna hijau penderita kanker darah yang masih hidup, warna abu-abu penerita kanker yang meninggal pada tahun 2006-2012, berdasar data dari SEER National Cancer Institute)

Masih dari data SEER, semakin tua usia maka harapan hidup penderita penyakit ini juga semakin kecil. Sebaliknya, semakin muda usia maka harapan untuk dapat bertahan dengan penyakit ini pun semakin tinggi.

Pada penelitian kasus leukimia pada tahun 2009-2013, jumlah kematian penderita penyakit ini didominasi oleh penderita berusia 75-84 tahun.

Sementara mereka yang masih berusia di bawah 44 tahun ke bawah, ditemukan jumlah kematian yang lebih sedikit yakni sebesar 2,3% hingga 2,6%.

Tak hanya itu, kabar baiknya, dari data yang ditunjukkan pada 1975-2008 terkait jumlah penderita leukimia yang masih tetap bertahan hidup, menunjukkan perkembangan yang cukup singnifikan, dimana jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sebaliknya, jumlah kasus kematian penderita leukimia pada rentang tahun tersebut pun semakin menurun. Hal ini tentu tidak dapat dipisahkan dengan teknologi kedokeran yang makin berkembang, dan juga kesadaran masyarakat akan kesehatan dan pentingnya pemeriksaan dini untuk mencegah bertambah parahnya penyakit kanker.

Faktor Resiko

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjangkit leukimia. Berikut di antaranya:

1. Keturunan

Seseorang dengan riwayat anggota keluarga penderita leukimia akan lebih besar kemungkinan akan terjangkit penyakit ini. Hal ini karena sebagaimana kanker lainnya, penyakit ini juga ditularkan melalui darah.

2. Kelainan pada Syaraf

Leukimia akan lebih mudah terjangkit kepada orang yang menderita kelainan pada syaraf yakni down syndrom atau autis. Untungnya, kelainan ini cukup mudah dikenali.

Seorang penderita autis akan menunjukkan sikap khusus diantaranya selalu sibuk dengan dunianya, tidak memperhatikan sekitar, dan sulit diajak berkomunikasi.

Biasanya, kelainan ini akan tampak sejak dini pada anak. Untuk mencegah terjadinya masalah yang lebih parah maka mengobati autis anak dengan terapi akan sangat membantu.

3. Merokok

Merokok dapat menyebabkan kanker, termasuk kanker darah. Hal ini karena pengaruh buruk yang disebabkan oleh zat adiktif dalam rokok.

4. Radiasi Kemoterapi

Kemoterapi juga menjadi salah satu faktor utama penyebab leukimia. Meski kemoterapi pada dasarnya merupakan metode penyembuhan kanker, namun pada saat bersamaan, radiasi kemoterapi juga merusak beberapa sel- sel baik.

Sel-sel yang kurang berkualitas akan berpengaruh pada mudahnya seseorang menderita kanker.

5. Kelainan Darah

Leukimia sangat erat kaitannya dengan darah. Maka mereka yang mengalami kelainan darah seperti misalnya myelodysplastic syndrome, yakni terbentuknya sel darah yang tidak normal akibat kegagalan fungsi sumsum tulang, juga berisiko terkena kanker darah.

6. Usia

Semakin bertambahnya usia maka sel-sel dalam tubuh pun akan semakin aus, tidak sebaik saat usia masih muda. Orang yang sudah lanjut usia termasuk dalam orang yang lebih berisiko terkena kanker darah. Meski demikian, risikonya dapat diturunkan dengan senantiasa menjaga pola hidup sehat.

Gejala Kanker Darah

Sebagaimana penyakit kanker lainnya, leukima juga berkembang melalui beberapa stadium. Meski kedokteran modern telah menemukan metode untuk menyembuhkan jenis kanker ini, namun sangat penting untuk mencegahnya, karena sangat penting untuk mengenali gejala awalnya.

Sebab semakin lama penyakit penyakit menjangkit dalam tubuh kita maka akan semakin sulit untuk disembuhkan. Adapun pengobatan kanker ini tergantung pada jenisnya, apakah jenis leukemia akut atau kronis.

Leukimia dapat dikenali melalui beberapa gejala:

1. Anemia atau kurang darah. Gejala anemia di antaranya mudah lelah dan kelopak mata bagian bawah tampak putih.

2. Sangat mudah mengalami pendarahan dan memar. Misalnya, pendarahan pada gusi saat menyikat gigi, mimisan, dan adanya campuran darah pada urin atau tinja saar buang air.

3. Nafsu makan menurun dan terjadi penurunan berat badan secara tidak normal.

4. Mudah terserang infeksi, seperti infeksi tenggorokan. Tidak jarang infeksi disertai dengan demam dan sakit kepala.

5. Terjadi pembengkakan di tenggorokan, ketiak, selangkangan, atau di area tubuh mana pun yang terdapat getah bening

6. Pendarahan pada retina sehingga mengakibatkan gangguan penglihatan.

7. Terasa sakit pada tulang rusuk sebelah kiri bawah.

8. Telinga sering berdenging

9. Sering berkeringat, gatal-gatal dan ruam pada kulit.

10. Muntah-muntah

Jika mengalami kebanyakan dari gejala-gejala di atas, sangat penting untuk melakukan penanganan secara dini. Penanganan terbaik adalah dengan bekonsultasi pada dokter agar dilakukan pemeriksaan lebih mendalam.

Langkah pengobatan selanjutnya akan sangat bergantung pada tingkat keparahan leukimia yang diderita. Pada tingkat yang sudah akut, obat leukimia berupa obat herbal maupun kimia yang dikonsumsi secara manual pun tidak akan terlalu banyak membantu.

Leukimia akut tentu akan lebih mendapat penanganan yang lebih serius, seperti kemoterapi, radioterapi, ataupun transplantasi sumsum tulang, dan kemungkinan sembuhnya pun lebih kecil.

Cara Mencegah Leukimia

Lalu bagaimana cara mencegah penyakit berbahaya ini? Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan:

1. Jauhi rokok dan alkohol. Rokok maupun alkohol dapat sangat berdampak negatif pada tubuh, dimana rokok dapat merusak jaringan syaraf, menghambat metabolisme, dan mengganggu kerja jantung.

Sedangkan alkohol dapat mengakibatkan penurunan sistem kekebalan tubuh. Semakin buruk kinerja tubuh akan berdampak pada kualitas lain termasuk sumsum tulang dan darah.

2. Lakukan terapi pengobatan saat mengalami gangguan syaraf, karena kelainan pada syaraf merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko leukimia.

3. Kurangi konsumsi makanan yang mengandung zat karsinogenik, yakni makanan yang digoreng, dibakar, ataupun ditumis. Sebaiknya makanan dimasak dengan cara direbus atau dikukus.

4. Olahraga secara teratur. Olahraga akan melancarkan peredaran darah yang juga akan berefek positif pada sel-sel darah.

5. Apa yang masuk ke dalam tubuh kita akan sangat mempengaruhi kesehatan kita. Maka untuk menjaga tubuh tetap sehat dan tak mudah terserang penyakit, perbanyaklah konsumsi makanan sehat seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.

Hal yang Harus Dilakukan jika Terjangkit Leukimia

Namun jika penyakit ini sudah terlanjur menyerang, penderita mestilah tetap mampu menghadapi dengan sikap sikap yang tepat, sehingga penyakit ini dapat disembuhkan,atau minimal dapat memperpanjang hidup penderita.

Apa saja yang mesti dilakukan saat mengetahui bahwa tubuh telah terserang leukimia?

1. Terima dengan tabah

Saat mendapat diagnosis leukimia, tentu rasanya akan sangat menyakitkan. Namun kesedihan berlarut-larut sebenarnya justru akan berdampak buruk terhadap penyakit tersebut.

Maka langkah yang harus dilakukan adalah dengan menerima kenyataan, sembari menguatkan diri, karena bukan tidak mungkin penyakit tersebut dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat dan intensif.

Kembangkan terus terapi berpikir positif. Telah terbukti dalam dunia kedokteran bahwa pikiran positif sangat membantu dalam proses penanganan penyakit mana pun.

2. Buat daftar pertanyaan

Tulislah daftar pertanyaan terkait penyembuhan leukimia. Aktiflah bertanya pada dokter terkait. Pertanyaan -pertanyaan penting yang sebaiknya ditanyakan di antaranya:

  • obat apa yang mesti dikonsumsi dan bagaimana dosisnya?

  • adakah efek samping dari obat tersebut, jika ada, apa efek sampingnya?

  • bagaimana cara mengurangi efek samping obat?

  • apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan selama proses pengobatan leukimia?

3. Jalin Hubungan dengan Orang-Orang Positif

Penting bagi penderita leukimia untuk menjalin hubungan dengan orang-orang positif, yakni orang orang yang dapat menularkan kebahagiaan pada penderita leukimia.

Hal ini dikarenakan, hubungan sosial yang akrab dan menyenangkan akan dapat menekan tingkat stres penderita ke level yang terendah.

Semakin jauh penderita leukimia dari stres, maka kerja sistem tubuhnya pun akan semakin optimal sehingga, harapan sembuhnya pun semakin besar.

4. Jangan Ragu Minta Tolong

Saat efek leukimia atau efek samping pengobatanya sudah terasa, seperti lemah, muntah, rambut rontok dan sebagainya, penderita penyakit ini terkadang ragu untuk minta tolong.

Mereka cenderung tidak ingin merepokan orang dan tidak ingin tampak tidak berdaya karena perasaan tersebut akan membuat mereka akan semakin kehilanagn rasa percaya diri.

Namun dengan tak sungkan meminta tolong, sebenarnya akan ada efek positif yang akan dirasakan. Selain akan membantu penderita dalam menjalani keperluannya, akan ada keterikatan yang lebih antara penderita dan keluarga atau lingkungan, saat mereka berinteraksi lebih sering dan dekat. Dan, hal ini lagi-lagi akan berefek positif pada psikologi penderita.

Diet untuk Melawan Leukimia

Selama proses penyembuhan leukimia, ada diet tertentu berupa beberapa aturan dan jenis makanan yang dapat mendukung proses penyembuhannya. Berikut di antaranya:

1. Konsumsilah makanan ringan sepanjang hari. Sangat tidak boleh membiarkan perut dalam keadaan kosong dalam waktu yang lama.

2. Kosumsi buah dan sayuran serta minuman yang banyak mengandung vitamin, mineral, antioksidan, dan fitokimia karena zat-zat tersebut dikenal mampu melawan sel-sel kanker.

Antioksidan terutama pada jenis buah-buahan beri seperti stroberi, blueberry dan backberry, sayuran brokoli, kol, lobak, sawi hijau, dan bayam. Sedang jenis minuman kaya antioksidan di antaranya teh hijau, teh hitam dan coklat. Antioksidan juga banyak terdapat pada ubi jalar.

Sedang makanan yang mengandung fitokimia yang tinggi misalnya mangga, pepaya, wortel, paprika, tomat, semangka, jagung, bayam, kiwi, apel, dan lain sebagainya.

3. Sebaiknya makanan dimasak hambar. Jangan gunakan terlalu banyak bumbu, dan jangan menambahkan penyedap rasa pada makanan.

4. Perbanyak makanan berprotein rendah lemak, seperti yang terdapat dalam ikan, daging, dan ayam tanpa lemak. Juga yang terdapat pada kacang-kacangan dan biji-bijian, maupun aneka produk kedelai semisal tahu atau susu kedelai.

Obat Kimia yang Terbukti mampu Menyembuhkan Leukimia Kronis

Para peniliti dari Ohio State University yang dipimpin oleh John C. Byrd, M.D., dan tim dari University of Melbourne yang dipimpin oleh Andrew W. Roberts, Ph.D., telah melakukan studi yang meneliti obat yang mampu mengobati leukimia kronis, yakni jenis leukimia yang perkembangan lebih lambat.

Studi tersebut telah dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine(NEJM) pada Januari 2016. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa ada 2 jenis obat kimia yang terbukti efektif dan aman melawan sel kanker darah jenis kronnis, yakni acalabrutinib dan venetoclax.

Penemuan kesua obat ini tentu menjadi kabar gembira bagi dunia kedokteran dan bagi para penderita leukimia.