Kata Kata Cinta Paling Indah yang Dikutip dari Novel

0
7975

Sebuah novel selalu menyajikan kata kata cinta yang selalu dikenang. Itulah sebabnya mengapa novel menjadi salah satu media yang banyak disukai orang. Kata kata cinta itu kemudian berpadu dengan indahnya alur cerita dan membuat kisah cinta yang disajikan dalam novel semakin meyentuh. Anda pun juga turut hanyut dalam alur cerita karena membaca deretan kata kata cinta.

Melalui untaian kata kata cinta tersebut, pembaca bisa semakin mengerti arti cinta. Anda dapat membayangkan perasaan si tokoh dalam novel melalui kata kata cinta. Atau mungkin kisah cinta dalam novel tersebut serupa dengan kisah cinta Anda.

Bersyukurlah jika kisah cinta Anda berakhir bahagia dan jangan bersedih jika kisah cinta Anda berakhir tragis. Kata kata cinta dari novel mungkin bisa membantu Anda untuk memahami arti cinta yang sesungguhnya.

Mungkin Anda sudah lupa apa saja kata kata cinta dari novel. Anda mungkin juga malas membaca novel hanya untuk mencari kata kata cinta. Tak perlu berlama-lama. Berikut ini merupakan kata kata cinta dari novel yang kami himpun untuk Anda.

Kata Kata Cinta yang Dikutip dari Novel

1. “Mau ganteng atau tidak, kalau hatinya tidak satu frekuensi, bagaimana?”

Habibie & Ainun, B. J. Habibie

2. “Siapa takut menjadi perawan tua? Hari gini, menikah bukan lagi sekedar institusi romantis nggak jelas. Menikah adalah kerjasama dua pihak yang menguntungkan. Persis kayak merger dua perusahaan gede. Masalahnya, saya belum berhasil menemukan perusahaan yang sehat, yang saya temukan kebanyakan perusahaan sekarat.”

Tiga Venus, Clara Ng

3. “Kita berdua mungkin punya kesamaan, kita sedang berlari. Aku berlari menuju sesuatu. Kamu berlari menjauhi sesuatu.”

Rantau 1 Muara, Ahmad Fuadi

 4. “Jangan percaya terhadap cinta, karena itu akan menjajah hidup kamu.”

Roy, Balada Si Roy, Gola Gong

5. “Tuhan, ajari aku mengenal cinta sebagaimana orang-orang lain mengartikannya. Karena kata orang, dia adalah sumber segala-galanya…”

Minke, Jejak Langkah, Pramoedya Ananta Toer

6. “Kerana apabila saya bertemu dengan engkau, maka matamu yang sebagai bintang timur itu senantiasa menghilangkan susun kataku.”

Tenggelamnya Kapal ven Der Wijk, Buya Hamka

7. “Pernikahan adalah satu-satunya sumber penghidupan bagi wanita terpelajar yang miskin, dan walaupun kebahagiaan tak bisa dipastikan, pernikahan tetap menjadi impian terindah mereka.”

Pride and Prejudice, Jane Austen

8. “Suatu saat, mencintai adalah memutar hari tanpa orang yang kau cintai. Sebab, dengan atau tanpa seseorang yang kamu kasihi, hidup harus tetap dijalani.” – Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah Itu Mati?, Tasaro G.K.

9. “Aku mencintaimu. Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu.”

– Hujan Bulan Juni, Sapardi Djoko Damono

10. “Aku ingin kau tahu, diam-diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan: aku ingin hari depanku selalu bersamamu.”

Hujan Punya Cerita tentang Kita, Yoana Dianika

11. “Aku tak ingin berakhir seperti mereka, saling mencintai. Lantas kehilangan dan kini mereka hanya mengenang dan merenung dari jauh.”

– Pulang, Leila S. Chudori

12. “Cinta yang tidak dipersatukan Allah di dunia mungkin disimpankan-Nya untuk dipersatukan di akhirat nanti.

– Misteri Puncak Ararat, Mahardika Zifana

13. “Perempuan, kau pasti tahu sakitnya cinta yang tak terkatakan. Cinta yang hanya mampu didekap dalam bungkam, kata orang bahkan diam berbicara.”

– Emak Ingin Naik Haji, Asma Nadia

Kata Kata Cinta dari Novel Tere Liye

1. “Suatu saat jika kau beruntung menemukan cinta sejatimu. Ketika kalian saling bertatap untuk pertama kalinya, waktu akan berhenti. Seluruh semesta alam takzim menyampaikan salam. Ada cahaya keindahan yang menyemburat, meggetarkan jantung. Hanya orang – orang yang beruntung yang bisa melihat cahaya itu, apalagi berkesempatan bisa merasakannya.”

– Berjuta Rasanya, Tere Liye

2. “Seseorang yang mencintaimu karena fisik, maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik tersebut. Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia juga akan pergi karena materi. Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, ia tidak akan pernah pergi! Karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk.”

– Tere Liye, Berjuta Rasanya

3. “Ya Tuhan, aku sempurna tertikam oleh ilusiku sendiri. Pengkhianatan oleh hatiku yang sibuk meguntai simpul pertanda cinta.”

– Berjuta Rasanya, Tere Liye

4. “Mungkin ada benarnya juga buku – buku itu bilang. Orang-orang yang jatuh cinta terkadang terbelenggu oleh ilusi yang diciptakan oleh hatinya sendiri.”

– Berjuta Rasanya, Tere Liye

5. “Ya, cinta seperti hantu. Semua orang membicarakannya, tetapi sedikit sekali yang benar-benar pernah melihatnya.”

– Berjuta Rasanya, Tere Liye

6. “Wahai, wanita-wanita yang hingga usia tiga puluh, empat puluh, atau lebih dari itu, tapi belum juga menikah (mungkin kerana kekurangan fizikal, tidak ada kesempatan, atau tidak pernah ‘terpilih’ di dunia yang amat keterlaluan mencintai harta dan penampilan wajah.) Yakinlah, wanita-wanita solehah yang sendiri, namun tetap mengisi hidupnya dengan indah, bersedekah dan berkongsi, berbuat baik dan bersyukur. Kelak di hari akhir sungguh akan menjadi bidadari-bidadari syurga. Dan khabar baik itu pastilah benar, bidadari syurga parasnya cantik luar biasa.”

– Bidadari-Bidadari Surga, Tere Liye

7. “Cinta adalah perbuatan. Kata-kata dan tulisan indah adalah omong kosong.”

– Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah, Tere Liye

8. “Cinta hanyalah segumpal perasaan dalam hati. Sama halnya dengan gumpal perasaan senang, gembira, sedih, sama dengan kau suka makan gilau kepala ikan, suka mesin. Bedanya, kita selama ini terbiasa mengistimewakan gumpal perasaan yang disebut cinta. Kita beri dia porsi lebih penting, kita bersarkan, terus menggumpal membesar. Coba saja kau cuekin, kau lupakan, maka gumpal cinta itu juga dengan cepat layu seperti kau bosan makan gulai kepala ikan.”

– Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah, Tere Liye

9. “Cinta itu macam musik yang indah. Bedanya, cinta sejati akan membuatmu tetap menari meskipun musiknya telah lama berhenti.”

– Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah, Tere Liye

10. “Nak, perasaan itu tidak sesederhana satu tambah satu sama dengan dua. Bahkan ketika perasaan itu sudah jelas bagai bintang di langit, gemerlap indah tak terkira, tetap saja dia bukan rumus matematika. Perasaan adalah perasaan.”

– Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah, Tere Liye

11. “Cinta adalah perbuatan. Kata-kata dan tulisan indah adalah omong kosong.”

– Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah, Tere Liye

12. “Berasumsi dengan perasaan, sama saja dengan membiarkan hati kau diracuni harapan baik, padahal boleh jadi kenyataannya tidak seperti itu, menyakitkan.”

– Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah, Tere Liye

13. “Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kau pamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan itu semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu.”

– Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah, Tere Liye

14. “Cinta selalu saja misterius. Jangan diburu-buru, atau kau akan merusak jalan ceritanya sendiri.”

– Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah, Tere Liye

15. “Alangkah banyaknya pencinta yang justru berusaha tampil hebat, keren, gagah, sampai dia lupa menjadi dirinya sendiri.”

– Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah, Tere Liye

16. “Waktu dan jarak akan menyingkap rahasia besarnya, apakah rasa suka itu semakin besar, atau semakin memudar.

– Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah, Tere Liye

17. “Kau tahu, saat itu akhirnya aku menyadari, aku tidak akan pernah bisa melanjutkan hidup dengan hati yang hanya tersisa separuh. Tidak bisa. Hati itu sudah rusak, tidak utuh lagi. Maka aku memutuskan membuat hati yang baru. Ya, hati yang benar-benar baru.

– Sepotong Hati Yang Baru, Tere Liye

18. “Buat apa cinta jika kau tidak percaya padaku. Buat apa sayang jika kau terus berprasangka yang bukan-bukan.”
– Sepotong Hati Yang Baru, Tere Liye

19. “Cinta yang besar, tanpa disertai komitmen dan kepercayaan, maka ia hanya akan menelan diri sendiri.”
– Sepotong Hati Yang Baru, Tere Liye

20. “Aku harus segera menyibukkan diri. Membunuh dengan tega setiap kali kerinduan itu muncul. Berat sekali melakukannya, karena itu berarti aku harus menikam hatiku setiap detik.”

– Sunset Bersama Rosie, Tere Liye

21. “Bersabar dan diam lebih baik. Jika memang jodoh akan terbuka sendiri jalan terbaiknya. Jika tidak, akan diganti dengan orang yang lebih baik.”

– Rindu, Tere Liye

Kata Kata Cinta dari Novel Dee Lestari

1. “Karena hati tidak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh.”

– Perahu Kertas, Dee Lestari

2. “Bersamamu aku tidak pernah takut lagi menjadi pemimpi.”

– Perahu Kertas, Dee Lestari

3. “Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-galanya.”

– Perahu Kertas, Dee Lestari

4. “Hati kamu mungkin memilihku, seperti juga hatiku selalu memilihmu. Tapi hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain.”

– Perahu Kertas, Dee Lestari

5. “Buat apa dia kembali? Buat apa muncul sejenak lalu menghilang lagi nanti?”

– Perahu Kertas, Dee Lestari

6. “Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji atau kesetiaan. Tidak ada, sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak dipaksa oleh apapun dan oleh siapapun.”

– Perahu Kertas, Dee Lestari

7. “Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayangi bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi dia tidak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.”

– Filosofi Kopi, Dee Lestari

8. “Cinta yang sudah dipilih sebaiknya diikuti di setiap langkah kaki, merekatkan jemari dan berjalanlah kalian bergandengan…karena cinta adalah mengalami.”

– Filosofi Kopi, Dee Lestari

9. “Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.”

Filosofi Kopi, Dee Lestari

10. “Cinta tidak hanya pikiran dan kenangan. Lebih besar, cinta adalah dia dan kamu, berinteraksi.”

– Filosofi Kopi, Dee Lestari

11. “Tiada yang lebih indah. Tiada yang lebih rindu. Selain hatiku. Andai engkau tahu.”

– Rectoverso, Dee Lestari

12. “Dia mencintai tidak cuma dengan hati. Tapi seluruh jiwanya. Bukan basa-basi surat cinta, tidak cuma rayuan gombal, tapi fakta. Dia cinta kamu tanpa pilihan didalam seumur hidupnya.”

– Rectoverso, Dee Lestari

13. “Rasakan semua, demikian pinta sang hati. Amarah atau asmara, kasih atau pedih, segalanya indah jika memang tepat pada waktunya. Dan inilah hatiku, pada dini hari yang hening. Bening. Apa adanya.”

– Rectoverso, Dee Lestari

14. “Saat pasir tempatmu berpijak pergi ditelan ombak, akulah lautan yang memeluk pantaimu erat.”

– Rectoverso, Dee Lestari

15. “Melukiskanmu saat senja. Memanggil namamu ke ujung dunia. Tiada yang lebih pilu. Tiada yang menjawabku. Selain hatiku dan ombak berderu.”

– Rectoverso, Dee Lestari

16. “Sekejap bersamamu menjadi tujuan peraduanku, sekali mengenalimu menjadi tujuan dalam hidupku.”

– Supernova, Dee Lestari

17. “Tak ada satupun manuisa yang tak ingin bahagia. Kamu hanya sepotong maze, namun begitu pas nya mengisi ruang hatiku.”

– Supernova, Dee Lestari

18. “Kau hadir dalam ketiadaan, sederhana dalam ketidakngertian. Gerakmu tidak pasti, namun aku selalu ada disini. Menantimu..…”

– Supernova, Dee Lestari

Kata Kata Cinta dari Novel Ilana Tan

1. “Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu.”

– Autumn in Paris, Ilana Tan

2. “Karena itulah sekarang aku memelukmu, aku bisa mengisi ulang tenagaku”

– Autumn in Paris, Ilana Tan

3. “Apakah ada yang tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak boleh dicintai? Aku tahu.”

– Autumn in Paris, Ilana Tan

4. “Sebenarnya aku tidak bermaksud menghindarimu. Aku hanya berusaha menghindari perasaanku sendiri dengan menghindarimu (Mia).”

– Sunshine Becomes You, Ilana Tan

Kata Kata Cinta dari Novel Raditya Dika

1. “Cara yang paling mudah untuk tahu apakah kita cocok dengan orang tersebut atau tidak adalah ketika kita merasa lupa waktu.”

– Marmut Merah Jambu, Raditya Dika

2. “Cinta mungkin buta, tapi kadang untuk bisa melihatnya dengan lebih jelas, kita hanya butuh kacamata yang pas.”

– Marmut Merah Jambu, Raditya Dika

3. “Orang yang jatuh cinta diam-diam tahu dengan detail semua informasi orang yang dia taksir, walaupun mereka belum pernah ketemu.”

– Marmut Merah Jambu, Raditya Dika

Kata Kata Cinta dari Andrea Hirata

1. “Jika kau berjumpa dengan Zakiah, tak perlulah banyak kata, Boi, tak perlu banyak lagak, tak perlu bawa bunga segala. Cukup kau tunjukkan raut muka bahwa kau bersedia menyuapinya nanti jika ia sakit, bersedia menggendongnya ke kamar mandi jika ia sudah renta tak mampu berjalan. Bahwa, kau, dengan segenap hatimu, bersedia mengatakan di depannya betapa jelitanya ia, meski wajahnya sudah keriput seperti jeruk purut, dan kau bersedia tetap berada di situ, tak ke mana-mana, di sampingnya selalu, selama empat puluh tahun sekalipun…..”

– Maryamah Karpov, Andrea Hirata

2. “Cinta adalah sahabat yang licik.”

– Ayah, Andrea Hirata

Kata Kata Cinta dari Novel Abdurrahman Faiz

1. “Sebab setelah hujan selalu ada seseorang yang datang sebagai pelangi, dan memelukmu. Aku ingin orang itu selamanya aku.”

– Nadya: Kisah Cinta dari Negeri yang Menggigil, Abdurahman Faiz

2. “Apakah cinta selalu menyediakan airmata?

– Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil, Abdurahman Faiz

Kata Kata Cinta dari Novel Seno Gumira Ajidarma

1. “Aku tidak pernah keberatan menunggu siapa pun berapa lama pun selama aku mencintainya.”

– Linguae, Seno Gumira Ajidarma

2. “Betapa tidak akan menguji ketabahan, jika sesuatu yang sudah seolah-olah seperti cinta masih juga tidak memberi jaminan kebahagiaan?

– Linguae, Seno Gumira Ajidarma

Kata Kata Cinta Novel Windry Ramadhina

1. “Menunggu cinta bukan sesuatu yang sia-sia. Menunggu seseorang yang tidak mungkin kembali, itu baru sia-sia.”

– London: Angel, Windry Ramadhina

2. “Tidak ada yang terenggut. Setiap orang punya keajaiban cintanya sendiri. Kau hanya belum menemukannya.”

– London: Angel, Windry Ramadhina

Bagaimana? Indah kan kata kata cinta di atas? Semoga kata kata cinta di atas dapat memberi makna cinta pada Anda agar Anda lebih bisa menghadapi cinta semanis atau sepahit apa pun itu.