Kanker Serviks Pembunuh Nomor 1 Wanita! Cegah dengan Cara Ini sebelum Terlambat

0
253

Saat ini, kanker serviks merupakan penyakit paling mematikan pertama bagi wanita. Hal ini diakibatkan jenis kanker yang menyerang leher rahim wanita ini sulit dideteksi sehingga para wanita tidak sadar kalau mereka sedang terjangkit.

Meski demikian, kanker serviks sebenarnya dapat dicegah dan dideteksi secara dini. Melakukan tes dan screening serviks adalah salah satu cara mencegah kanker serviks. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi virus HPV yang merupakan penyebab terjadinya kanker serviks.

Secara umum, ada dua cara yang dapat ditempuh untuk mencegah kanker leher rahim ini. Yakni secara teknis dan non-teknis. Penjelasan lebih detail, simak ulasannya berikut ini.

Cara Mencegah Kanker Serviks secara Teknis

1. Melakukan pap smear

Pap smear boleh dikatakan sebagai salah satu cara terbaik dalam mencegah kanker serviks. Pap smear adalah sebuah alat screening yang dimasukkan ke dalam vagina untuk mendeteksi adanya kanker serviks. Alat ini dapat mendeteksi jika ada perubahan pada leher rahim yang mungkin adalah sel kanker. Jika ditemukan, maka perawatan pun akan segera dilakukan.

Pemakaian pap smear dapat bervariasi menurut usia. Pap smear sebaiknya dilakukan setiap 3 tahun sekali untuk wanita berusia 21 hingga 29 tahun. Sedangkan untuk wanita berusia 30 hingga 65 tahun, sebaiknya melakukan pap smear setiap 5 tahun sekali. Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter sebelum menjalani tes ini agar mendapatkan pemahaman yang lebih baik.

Saat ini layanan pap smear sudah ditanggung oleh BPJS dan dapat dilakukan di rumah sakit, bidan, dan klinik laboratorium. Tapi jika Anda tidak memiliki BPJS, maka biaya yang dikelurakan juga bervariatif tergantung rumah sakit atau kliniknya. Umumnya biaya yang dikeluarkan untuk melakukan pap smear berkisar antara Rp. 300.000 hingga Rp. 800.000.

2. Melakukan Vaksinasi HPV

Cara mencegah kanker leher rahim dengan vaksinasi HPV juga sangat penting dilakukan karena kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (human papillomavirus). Meski begitu, screening harus tetap dilakukan karena tidak semua jenis virus HPV bisa dicegah dengan vaksin.

Sebagaimana yang dilansir dari situs CDC, vaksinasi HPV harus diberikan secra rutin bagi anak perempuan yang berusia 11 atau 12 tahun. Vaksin ini dberikan kepada anak perempuan karena mereka belum aktif berhubungan seksual dan belum mengetahui tentang virus HPV. Biaya yang perlu dikeluarkan untuk sekali suntik memang terbilang mahal, yakni sekitar Rp700.000 per dosis.

Seperti vaksin lainnya, vaksin HPV dapat membuat respon antibodi yang mampu melindungi tubuh dari infeksi. Meski dapat mencegah virus HPV, tapi vaksin HPV tidak bisa menghilangkan infeksi HPV. Dengan kata lain, vaksinasi HPV hanya dapat digunakan untuk mencegah kanker serviks bukan untuk mengobati.

Selain cara-cara di atas, ada beberapa cara non teknis untuk mencegah kanker leher rahim. Menerapkan pola hidup sehat membuat risiko terkena kanker ini lebih rendah.

Baca artikel Gelala Kanker Serviks untuk mengetahui ciri kanker serviks pada wanita.

Cara Mencegah Kanker Serviks secara Non-Teknis

1. Tidak bergonta-ganti pasangan seksual

Virus HPV dapat menular melalui hubungan seksual. Jadi, jangan melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan sekalipun memakai kondom.

2. Berhenti merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker leher rahim sebanyak 14 kali lipat. Jadi, hentikanlah kebiasaan merokok dari sekarang karena merokok dapat menyebabkan displasia (pertumbuhan abnormal) serviks dan menipiskan respon imunitas.

Kanker leher rahim adalah salah satu penyakit paling mematikan saat ini. Deteksi dini dan pola hidup sehat dapat mengurangi risiko terkena kanker ini sebelum menjadi masalah yang serius. Dengan menerapkan hal-hal tersebut, secara tidak langsung Anda juga menyelamatkan banyak nyawa. Cegah diri terjangkit penyakit mematikan ini sebelum terlambat.