Nasional

CEK Jadwal dan Lokasi Ujian SKD CPNS Kemenkumham 2021, Ini Syarat SKD CPNS 2021

Berikut cara cek jadwal dan lokasi ujian SKD CPNS Kemenkumham 2021. Selain cara cek jadwal dan lokasi ujian, artikel ini juga memuat syarat ikut SKD CPNS 2021 Ujian SKD CPNS 2021 di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) akan dimulai pada Senin, 20 September 2021.

Untuk itu, Anda bisa mempersiapkan apa saja yang menjadi syarat pelaksanaan tes. Mulai dari wajib swab PCR atau rapid test antigen dengan hasil negatif hingga mengisi formulir Deklarasi Sehat. Sebelumnya,BKN telah mengeluarkan peraturan pelaksanaan tes SKD CPNS 2021.

Melalui Siaran Pers Nomor: 026/RILIS/BKN/VIII/2021 disebutkan, tes SKD dimulai 2 September 2021. Hingga kini, sudah ada beberapa instansi yang mengumumkan jadwal SKD CPNS 2021. Di antaranya, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN RI, dan Kementerian Kesehatan.

Bagi Anda yang belum mengetahui jadwal tes SKD, dapat mengakses situs SSCASN. Selain itu, jadwal ujian juga bisa dicek melalui situs masing masing instansi. Anda dapat mengakses situs

Pada halaman website, pilih menu pada pojok kanan atas. Kemudian, Klik Untuk melihat jadwal di instansi pilihan, dapat mengetik pilihan instansi di menu .

Nantinya, muncul keterangan berupa nama instansi, jenis pengadaan, titik lokasi, alamat, dan waktunya. Meski demikian, untuk informasi detail yang berisi nama pendaftar dan waktunya bisa dilakukan melalui situs masing masing instansi. Anda bisa melihat jadwal tes SKD CPNS di situs Kementerian Kementerian Hukum dan HAM, yakni .

Untuk instansi Kemenkumham, Jadwal dan lokasi pelaksanaan ujian akan diunggah pada tanggal 10 September 2021. Melalui akun Instagram @ , disampaikan mengenai jadwal dan lokasi ujian SKD CPNS 2021. Dalam postingan, disebutkan bahwa jadwal pelaksanaan tes SKD akan dimulai 20 September 2021.

Setiap daerah berbeda tanggal pelaksananaannya. Jadwal dan lokasi pelaksanaan akan diunggah pada tangal 10 September 2021 di situs . Adapun untuk pelaksanaan SKD CPNS dan Seleksi Kompetensi PPPK non Guru dijadwalkan dimulai 2 September 2021.

Tes SKD dilakukan baik Instansi Pusat dan Instansi Daerah di Titik Lokasi BKN Pusat, Kantor Regional BKN, dan UPT BKN Bagi Instansi Daerah yang lokasi ujiannya berada di lokasi ujian mandiri atau cost sharing mandiri agar berkoordinasi dengan Kepala Kantor Regional BKN sesuai wilayah kerja masing masing. Selanjutnya, pelaksanaan tes SKD dibagi menjadi tiga sesi dan empat sesi.

Lokasi dengan pelaksanaan tes SKD CPNS dalam tiga sesi, sesi pertama dimulai pada pukul 08.00 09.40. Meski begitu, pada pukul 06.30 sudah dimulai persiapan tes dengan registrasi dan pemerian PIN pada peserta hingga body checking. Kemudian dilanjutkan dengan SKD sesi kedua, yakni dimulai pukul 11.00 dengan waktu pelaksanaan 100 menit.

Sama seperti sesi pertama, peserta diberi waktu 90 menit untuk persiapan sebelum dilakukan pelaksanaan. Setelah itu, sesi ketiga dilaksanakan pada pukul 14.00 dengan persiapan dimulai pada 12.30. Pelaksanaan ujian SKD CPNS dan Seleksi Kompetensi PPPK Non Guru tahun 2021 dilakukan dengan berbagai ketentuan sesuai protokol kesehatan, di antaranya:

Melakukan swab test RT PCR dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam atau rapid test antigen dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam, dengan hasil negatif. Menggunakan masker 3 lapis (3 ply) dan ditambah masker kain di bagian luar (double mask) selama ujian Menjaga jarak ( physical distancing ) minimal 1 meter selama ujian

Mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer Ruang ujian maksimal diisi 30 persen dari kapasitas normal ruangan tempat pelaksanaan. Peserta ujian juga wajib mengisi formulir Deklarasi Sehat yang dapat diunduh di portal www.sscasn.bkn.go.id dalam kurun waktu 14 hari sebelum mengikuti ujian dan paling lambat pada H 1 sebelum ujian.

Formulir yang telah diisi wajib dibawa pada saat pelaksanaan seleksi dan ditunjukkan kepada petugas, sebelum dilakukan pemberian PIN registrasi. Khusus bagi peserta seleksi CASN Tahun 2021 di Jawa, Madura, dan Bali wajib sudah divaksin dosis pertama.

Related Posts

Profil Lengkap KH Miftachul Akhyar Penerus KH Ma’ruf Amin yang Putuskan Mundur dari Ketua MUI

Profil lengkap Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftachul Akhyar (69) yang menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya. Melansir laman resmi PBNU, Kiai Miftachul lahir pada 1953 dan…

Jajaran di Kabupaten Badung dan Provinsi Bali Dukung Ajus Linggih sebagai Caketum AMPI

Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Badung, I Wayan Suyasa mendukung penuh Agung Bagus Praktiksa Linggih atau yang akrab disapa Ajus Linggih sebagai Ketua Umum DPP AMPI…

Kepala BNPT Prediksi Ancaman Teror di Indonesia Melalui FTF hingga Lone Wolf

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar membeberkan bahwa ada sejumlah ancaman teror yang diprediksi akan terus dihadapi oleh Indonesia. Dia menyebut, salah satu ancaman…

Hari Pertama Kerja Jadi ASN Polri, Eks Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Mohon Doa Masyarakat

Eks penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mulai bekerja hari pertama menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Polri pada Senin (3/1/2022). Novel mengaku dirinya akan bertugas di…

Komentar Mabes Polri Soal Harun Al Rasyid, Lolos Jadi Calon Hakim Agung Tapi Masih Berstatus ASN

Mabes Polri meminta Eks Kasatgas Penyelidik KPK Harun Al Rasyid untuk mentaati aturan yang berlaku di internal Polri lantaran dirinya telah lolos seleksi menjadi Calon Hakim Agung kamar…

Pimpinan MPR: Perjuangan Menghadirkan UU TPKS Harus Jadi Gerakan Bersama

Perjuangan menghadirkan Undang undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual harus menjadi sebuah gerakan bersama agar negara mampu melindungi korban kekerasan seksual yang semakin meningkat. "Mengakhiri kekerasan, menghadirkan payung perlindungan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *