Berat Badan Ideal dan Kenapa Anda Wajib Memilikinya

0
183

Berat badan ideal tentu menjadi dambaan setiap orang, pria maupun wanita. Bagaimana tidak? Tubuh yang ideal menjadi salah satu faktor utama penunjang penampilan. Dengan memiliki berat badan ideal, kita tidak hanya akan tampil lebih menarik, namun juga akan menaikkan rasa percaya diri.

Berat badan ideal tak melulu soal penampilan bentuk tubuh. Faktanya, berat badan sangat erat kaitannya dengan kesehatan. Karena komplitnya manfaat berat badan ideal, penting bagi setiap orang untuk memiliki berat badan ideal. Tapi bagaimana standar berat badan yang dikatakan ideal itu?

Berat Badan Ideal Wanita dan Pria

Berbagai teori berkembang terkait berat badan ideal wanita. Ada yang beranggapan berat badan ideal itu berarti badan harus tampak kurus, dengan pipi yang tidak chubby tanpa tampak ada lemak menggantung di lengan.

Ada pula yang berasumsi bahwa orang dengan berat badan ideal tidak harus ramping, selama tidak sakit-sakitan berarti berat badannya masih tergolong oke.

Sesuatu yang ideal tentu punya standarnya tersendiri. Begitu pun berat badan ideal. Berat badan ideal setiap orang akan berbeda-beda, tergantung pada tinggi badannya.

Cara mengetahui apakah berat badan anda tepat atau belum, perlu dilakukan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) yang bisa anda ketahui dengan jelas di sini.

Ada perbedaan antara standar IMT untuk wanita dan untuk pria. Untuk wanita, IMT yang normal adalah 17-23. Jika IMT bawah angka tersebut itu berarti terlalu kurus, sehingg disarankan untuk meningkatkan berat badan dengan secara intens menambah porsi makanan.

IMT 23 adalah ambang batas normal. Jika IMT di atas angka tersebut hingga nilai 27, maka seorang wannita sudah disebut gemuk. Dan jika nilai IMT yang didapat di atas 27, sangat disarankan untuk segera melakukan program penurunan berat badan karena IMT 27 menandakan obesitas, masalah kelebihan berat badan yang dapat memicu berbagai penyakit berbahaya.

Bagi pria, IMT yang normal senilai 18-25. Di atas 25 hingga 27 menunjukkan adanya masalah kegemukan, sementara di atas 27 berarti anda positif mengalami obesitas.

Kenapa Anda Wajib Memiliki Berat Badan Ideal?

Ada banyak sekali manfaat memiliki tubuh ideal. Sebaliknya, berat badan yang tidak normal juga akan memberi pengaruh yang buruk bagi kesehatn. Ada pun pengaruh berat badan terhadap kemunculan berbagai penyakit mungkin tidak akan dilihat secara langsung.

Kita sering melihat orang-orang obesitas yang menjalani hari-harinya dengan normal-normal saja. Seringkali, timbulnya berbagai penyakit pada penderita obesitas baru akan muncul setelah bertahun-tahun lamanya.

Berikut berbagai masalah yang ditimbulkan akibat memiliki berat badan berlebih, seperti yang dilansir CDC :

1. Berisiko terkena diabetes

Diabetes dan kelebihan berat badan memilliki kaitan yang sangat erat. Karena keduanya adalah masalah kesehatan yang dapat timbul akibat gaya hidup dan pola makan yang salah.

Seseorang mengalami kegemukan akibat menumpuknya kalori yang berasal dari lemak dan glukosa dalam tubuhnya. Glukosa ini banyak terkandung dalam gula dan makanan berkarbohidrat.

Bagi orang yang kelebihan berat badan karena pola makan yang salah, mereka seringkali lebih memilih mengonsumsi makanan yang manis-manis dan makanan berat yang sarat karbohidrat.

Semakin sering mereka mengonsumsi dua jenis makanan tersebut, terlebih jika tidak dibarengi dengan aktivitas fisik yanga memadai, maka akan semakin naik pula berat badannya.

Sementara itu, di selain kegemukan, di dalam tubuhnya telah terjadi penumpukan glukosa yang diperoleh dari makanan-makanan manis dan karbohidrat.

Berlebihnya glukosa dalam tubuh akan berdampak pada munculnya penyakit diabetes yang diawali dengan kerusakan penkreas. Pankreas adalah organ tubuh yang berfungsi memproduksi hormon insulin yang bertugas mengubah glukosa menjadi energi.

Jika jumlah glukkosa dalam tubuh berlebihan, maka pankreas akan “kewalahan” menjalankan tugasnya, karena terlampau banyaknya zat glukosa yang harus diatur.

Kerusakan pada pankreas menyebabkannya tidak mampu lagi menghasilkan hormon insulin sehingga setiap kali mengonsumsi gula atau karbohidrat meski dalam jumlah yang tidak terlalu banyak, maka glukosa akan menumpuk di dalam darah, yang biasa orang istilahkan penyakit gula darah yang istilah kedokterannya disebut diabetes.

2. Sakit Persendian

Tulang dan sendi adalah penyokong tubuh kita. Tubuh bisa berdiri, duduk, berjalan, dan melakukan aktivitas harisan lainnya karena di bantu oleh gerak sendi dan tulang.

Bobot tubuh utamanya pada saat berdiri dan berjalan ditopang oleh lutut dan kaki. Sedang pada saat duduk bagian tubuh yang paling berperan penting dalam menopang tubuh adalah punggung bawah dan pinggul.

Meski cukup kuat, namun lutut, punggung, dan pinggul memiliki daya tahan yang terbatas. Ketika harus menopang bobot tubuh yang terlalu berat terus menerus, sendi pada lutut, punggung, dan pinggul akan kelelahan dan lama- kelamaan timbullah masalah sakit persendian.

3. Sleep Apnea

Sleep Apnea atau kesulitan mengatur nafas saat tidur akibat menyempitan bagian leher dan tenggorokan saat tidur. Kondisi ini biasa disebabkan oleh berlebihnya lemak yang terdapat di leher. Banyaknya lemak di leher biasa dialami oleh orang yang gemuk atau obesitas.

Pada saat tidur, seluruh bagian tubuh akan semakin rileks. Dalam posisi rileks, otot-otot leher akan semakin melemas hingga mempersempit tenggorokan sebagai jalan keluar masuknya udara.

Pada orang gemuk, tenggorokan mereka akan sedemikian sempit sehingga akan menyebabkannya sulit bernafas saat tidur, yang biasa ditandai dengan mengorok.

4. Jantung

lemak yang berlebihan akan menempati seluruh bagian tubuh, termasuk pembuluh darah. Menumpuknya lemak pada pembuluh darah akan menyababkan penyempitan pembuluh darah. Pembuluh darah merupakan saluran mengalirnya darah dari jantung ke seluruh tubuh dan sebaliknya.

Jika pembuluh darah mengalami penyempitan, maka secara otomatis jantung akan sulit melakukan tugasnya dan sekaligus mengganggu kesehatan jantung itu sendiri.

Cara Tepat Menurunkan Berat Badan

Bagaimana cara yang tepat untuk menurunkan berat badan? berikut caranya seperti yang dilansir National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI).

1. Konsumsilah banyak sayur dan buah-buahan. Keduanya merupakan serat yang akan membantu pengikatan lemak.

2. Batasi penggunaan lemak jenuh dan gula, karena keduanya memilliki kadar kalori yang cukup tinggi.

3. Atur porsi makan, kurangi sedikit dari jumlah kalori harian yang dibutuhkan. Untuk menurunkan berat badan sebanyak setengah kilo per minggu, kurangi asupan kalori sekitar 600 kalori per harinya.

Untuk wanita yang ingin menurunkan berat badannya namun kurang aktivitas fisik, mengonsumsi 1200-1500 kalori setiap hari akan membantu.

Namun jika rutin melakukan aktifitas fisik, dapat mengonsumsi 1500-1800 kalori tiap untuk menurunkan berat badan secara aman. Namun jangan sampai asupan kalori anda kurang dari 800 kalori, kecuali dengan pengawasan dokter.

5. Rajinlah bergerak. Namun jika pekerjaan Anda menuntut agar anda lebih sering duduk, rencakan olahraga minimal sekali dalam seminggu, atau perbanyak aktivitas bergerak di rumah

6. Jangan ragu jalan kaki. Saat ini sangat jarang orang yang mau berjalan kaki. Kebanyakan lebih memilih untuk menggunakan kendaraan. Padahal aktivitas jalan kaki selain dapat membantu membakar kalori juga dapat membantu proses penurunan berat badan.

7. Jangan langsung tidur setelah makan. Usahakan untuk tidur minimal 2 jam setelah makan. Itu untuk menghindari penumpukan kalori dalam tubuh akibat tidak adanya pembakaran melalui aktivitas fisik.

Kesalahan dalam Proses Menurunkan Berat Badan

Seringkali, saking inginnya mendapatkan berat badan ideal dengan cepat, orang rela melakukan apa saja. Namun cara-ada berapa cara diet yang bukannya membuat Anda mendapatkan berat badan ideal malah berdampak negatif bagi tubuh anda, seperti misalnya tidak makan seharian.

Sengaja untuk tidak makan seharian memang akan membuat tubuh membakar lemak tubuh untuk memperoleh energi. Namun cara ini sekaligus akan membuat tubuh menjadi lemas dan kurang bertenaga. Selain itu, bagi mereka yang memiliki penyakit maag akan membuat penyakit maag bertambah parah.

Tak hanya itu, cara ini juga berpotensi membuat program diet menjadi gagal. Sebab tidak makan seharian akan menjadikan tubuh sangat kelaparan, dan karena dorongan rasa lapar yang kuat orang akan cenderung “balas dendam” dengan cara mengonsumsi makanan berlebihan. Otomatis gaya diet macam ini justru akan membuat anda gagal mendapatkan berat badan ideal.