Puisi cinta selalu menyimpan sisi puitis sekaligus romantis yang mampu menggugah setiap orang, utamanya mereka para pencinta. Cinta memang hal yang paling universal di dunia ini. Siapa sih yang tidak butuh cinta? Setiap orang tentu membutuhkannya, bahkan oleh mereka yang mengaku tidak membutuhkan cinta.

Itulah sebabnya cinta menjadi hal yang tak pernah habis-habisnya untuk dibahas. Cinta menjadi tema paling laris dalam roman, novel, drama, cerita pendek, lagu, hingga puisi. Sejak berabad-abad yang lalu, sudah banyak tokoh-tokoh dunia yang mencipta puisi cinta yang indah.

Sebut saja William Shakespeare, penulis abad ke-17 Renaisans, sang pencipta roman Hamlet, Julius Caesar, dan Romeo and Juliet yang legendaris. Bahkan dalam tiap karya prosanya, Shakespeare selalu menyelipkan puisi cinta yang mampu membawa perasaan pembacanya, untuk menguatkan kisah cinta dalam karyanya.

Menilik kreatifitas dan kemampuan imajinasi Shakespeare dalam mencipta karya prosa dan puisi cinta, mungkin memberi inspirasi bagi anda untuk dapat mencipta juga puisi cinta yang indah. Anda mungkin bingung, harus mulai dari mana? Kata-katanya bagaimana? Bagaimana cara merangkainya?

Silakan baca tips mudah membuat puisi cinta berikut yang kami rangkum dari situs Power Poetry.

6 Tips Mudah Merangkai puisi cinta

1. Gunakan Perasaan

Apa yang anda rasakan saaat jatuh cinta, atau apa yang anda rasakan pada orang yang anda cintai? Rasakan dan gambarkan seluruh perasaan yang muncul. Biarkan perasaan anda memimpin, dan bukan pikiran anda.

  • Alirkan setiap kata yang muncul dari rasa cinta yang anda rasakan. Jangan terlalu memikirkan kata-kata apa yang indah. Tulis saja, dan anda akan melihat kata-kata yang terangkai dari tuntunan perasaan anda memiliki kekuatan puitis yang lebih kuat dibanding saat anda sibuk memikirkan kata-kata apa yang harus anda tuliskan.

    2. Kenang Saat-Saat Pertama

    Kenangan akan saat-saat pertama selalu memiliki kesan yang kuat dan mendalam. Jika anda bingung mencari insipirasi puisi cinta, coba ingat lagi saat-saat pertama anda bertemu dengan pujaan hati anda. Atau saat pertama kali anda menyadari betapa anda menyukainya.

    Ingat detailnya, seolah anda berada kembali ke saat-saat itu. Bayangkan anda berada dimana, apa saja yang ada di sana, bayangkan situasinya, ramaikah atau sepi? Bayangkan wajahnya, tingkahnya, ekspresinya. Gambarkan melalui kata-kata yang muncul dari perasaan dan pengalaman anda saat itu.

    Jangan tinggalkan hal-hal kecil. Karena bahkan hal-hal kecil atau remeh sekali pun penting dan mampu memberi keindahan dan cita rasa tersendiri dalam setiap puisi.

    3. Buat Perbandingan

    Saat anda ingin menulis sebuah puisi cinta untuk seseorang, tentu ia adalah seseorang yang telah memberikan pengaruh yang luar biasa dalam hidup anda. Agar puisi anda itu lebih mengena, coba ingat bagaimana hidup anda sebelum dan setelah dekat dengan dia.

    Entah hidup anda menjadi lebih ceria seteleh mengenal dia, atau sebaliknya, hidup anda menjadi suram karena dia tidak memiliki perasaan yang sama terhadap anda, tuliskan saja.

    4. Jadi diri sendiri

    Jangan khawatir bahwa puisi cinta anda nantinya akan terlalu cengeng atau terlalu romantis. Jadilah diri sendiri. Jangan ragu menuangkan sudut pandang anda perasaan anda ke dalamnya.

    Buat saja sesuai perasaan yang muncul dalam hati anda, bahkan perasaan yang teramat dalam, yang bahkan sulit anda ungkapkan secara lisan. Ingat, puisi yang baik adalah puisi yang datang dari hati.

    5. Lupakan Pola

    Ini puisi, dan bukan pantun yang mensyaratkan pola yang teratur dalam tiap baitnya. Di dalam pantun, ada aturan bahwa sajak atau rimanya harus AA-BB atau AB-AB, dimana setiap ujung kata di setiap baris memiliki kemiripan bunyi.

    Di dalam puisi, hal itu tidak perlu, meski dibolehkan. Puisi-puisi jaman dulu seringkali menggunakan aturan rima dalam polanya. Kini, puisi lebih bebas dan tidak terikat pada rima. Bahkan, puisi-puisi terkenal, banyak sekali yang tidak menerapkan konsep rima ini.

    Terlebih lagi dalam puisi cinta, yang menjadi kekuatannya adalah bagaimana perasaan anda tertuang secara kuat, puitis namun jujur di dalamnya. Bukan bagaimana struktur puisi tersebut terbentuk secara teratur.

    6. Sebarkan Rasa Cinta

    Prinsip dari puisi adalah pengungkapan yang mewujud dalam rangkaian kalimat berseni. Jadi, untuk bisa merangkai puisi cinta, anda harus memiliki keinginan untuk mengungkapkan melalui seni berkata-kata.

    Anda tidak harus menjadi pakar cinta atau pakar puisi untuk hal itu. Karena sejatinya, siapa pun kita, kita semua pasti punya cinta dan punya hak untuk mengungkapkannya dengan indah.

  • Contoh Lengkap Puisi Cinta

    Mungkin anda masih butuh inspirasi untuk menulis puisi cinta? Anda bisa baca contoh puisi-puisi cinta dari berbagai pengarang ternama di Indonesia, yang kualitas karya-karya sudah tidak diragukan lagi, berikut ini:

    1. Puisi Cinta tentang Rasa Mencintai

    AKU INGIN
    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    dengan kata yang tak sempat diucapkan
    kayu kepada api yang menjadikannya abu
    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
    awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

    Karya : Sapardi Djoko Damono

    Puisi ini memang pendek. Tapi coba resapi kalimatnya, sangat mengena, kan? Sapardi Djoko Damono berhasil menyampaikan rasanya mencintai dengan diksi dan padu padan kata yang sangat apik dan menyentuh. Menggambarkan secara ringkas namun padat tentang bagaimana ia sederhana namun dalamnya ia mencintai.
    Sampai sekarang, puisi ini masih sering bergaung, dikutip dalam film atau sinetron bertemakan cinta.

    2. Puisi Cinta tentang Rindu

    HUJAN BULAN JUNI
    Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni
    Dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu,
    Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
    Dihapuskannya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
    Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni
    Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu.

    Karya : Sapardi Djoko Damono

    Masih dengan puisi yang pendek, Sapardi Djoko Damono menyampaikan tulus dan dalamnya perasaan rindu yang dirasakan. Yang bahkan meski rasa rindu itu sedikit perih namun berupaya ikhlas dirasai.

    Dalam puisi ini, tidak menggunakan sudut pandang “aku”, melainkan menggunakan objek “hujan bulan Juni” sebagai tokoh alam yang tabah dan bijak untuk penggambaran rasa rindu yang terpendam.

    Puisi ini sekaligus memberi contoh, bahwa puisi yang menyentuh tak harus menggunakan kata atau sudut pandang “aku” di dalamnya. Kita bisa menggunakan perumpaan seperti benda atau fenomena yang memiliki filosofi tertentu. Tinggal bagaimana kita mengolahnya sedemikian rupa agar pesan cinta bisa tersampaikan lewat filosofinya.

    3. Puisi Cinta tentang Meminang

    SURAT CINTA

    Kutulis surat ini
    kala hujan gerimis
    bagai bunyi tambur mainan
    anak-anak peri dunia yang gaib.
    Dan angin mendesah
    mengeluh dan mendesah
    Wahai, Dik Narti,
    aku cinta kepadamu!
    Kutulis surat ini
    kala langit menangis
    dan dua ekor belibis
    bercintaan dalam kolam
    bagai dua anak nakal
    jenaka dan manis
    mengibaskan ekor
    serta menggetarkan bulu-bulunya.
    Wahai, Dik Narti,
    kupinang kau menjadi istriku!
    Kaki-kaki hujan yang runcing
    menyentuhkan ujungnya di bumi.
    Kaki-kaki cinta yang tegas
    bagai logam berat gemerlapan
    menempuh ke muka
    dan tak’kan kunjung diundurkan.
    Selusin malaikat
    telah turun
    di kala hujan gerimis.
    Di muka kaca jendela
    mereka berkaca dan mencuci rambutnya
    untuk ke pesta.
    Wahai, Dik Narti,
    dengan pakaian pengantin yang anggun
    bung-bunga serta keris keramat
    aku ingin membimbingmu ke altar
    untuk dikawinkan.
    Aku melamarmu.
    Kau tahu dari dulu:
    tiada lebih buruk
    dan tiada lebih baik
    daripada yang lain….
    penyair dari kehidupan sehari-hari,
    orang yang bermula dari kata
    kata yang bermula dari
    kehidupan, pikir dan rasa.
    Semangat kehidupan yang kuat
    bagai berjuta-juta jarum alit
    menusuki kulit langit:
    kantong rejeki dan restu wingit.
    Lalu tumpahlah gerimis.
    Angin dan cinta
    mendesah dalam gerimis.
    Semangat cintaku yang kuat
    bagai seribu tangan gaib
    menyebarkan seribu jarring
    menyergap hatimu
    yang selalu tersenyum padaku.
    Engkau adalah putri duyung
    tawananku.
    Putri duyung dengan suara merdu lembut
    bagai angin laut,
    mendesahlah bagiku!
    Angin mendesah
    selalu mendesah
    dengan ratapnya yang merdu.
    Engkau adalah putri duyung
    tergolek lemas
    mengejap-ngejapkan matanya yang indah
    dalam jaringku.
    Wahai, Putri Duyung,
    aku menjaringmu
    aku melamarmu
    Kutulis surat ini
    kala hujan gerimis
    karena langit
    gadis manja dan manis
    menangis minta mainan.
    Dua anak lelaki nakal bersenda gurau dalam selokan
    dan langit iri melihatnya.
    Wahai, Dik Narti,
    kuingin dikau
    menjadi ibu anak-anakku!

    Karya : W.S Rendra

    Dengan rangkaian kata-kata yang pendek tiap barisnya, namun dengan jumlah baris yang cukup panjang, begitu cara W.S Rendra menjadikan puisi cintanya menjadi sangat unik, namun memiliki nilai keseriusan yang dalam akan keinginannya meminang ‘Dik Narti’.
    Dimulai dari pengungkapan W.S Rendra tentang rasa cintanya kepada Dik Narti, lalu makin mengerucut, hingga pada ujung puisinya, W.S Rendra menyampaikan keinginannya untuk melamar ‘Dik Narti’ sebagai istrinya.

    4. Puisi Cinta tentang Memuja Kekasih

    SAJAK PUTIH
    Buat tunanganku Mirat
    Bersandar pada tari warna pelangi
    Kau depanku bertudung sutra senja
    Di hitam matamu kembang mawar dan melati
    Harum rambutmu mengalun bergelut senda
    Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
    Meriak muka air kolam jiwa
    dan dalam dadaku memerdu lagu
    Menarik menari seluruh aku
    Hidup dari hidupku, pintu terbuka
    Selama matamu bagiku menengadah
    Selama kau darah mengalir dari luka
    Antara kita Mati datang tidak membelah…
    Buat miratku, Ratuku! kubentuk dunia sendiri,
    dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di
    alam ini!
    Kucuplah aku terus, kucuplah
    Dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku…

    Karya : Chairil Anwar
    Puisi cinta karya penyair ternama Indonesia yang satu ini sangat kental memuja kekasihnya yang disebutnya ‘Mirat’. Mirat digambarkan sebagai sosok wanita yang begitu sempurna di mata Chairil Anwar. Pencipta puisi terkenal ‘Aku’ ini memuja sang Mirat dengan penampilan dan fisik Mirat dengan memuji pancaran matanya.

    Tak sampai di situ, Chairil Anwar juga menggambarkan dengan lugas dan indah bagaimana Mirat telah memberi pengaruh positif dan membuat hidup Chairil Anwar sangat bersemangat.

    5. Puisi Cinta tentang Patah Hati dan Harapan untuk Kembali

    PENERIMAAN

    Kalau kau mau, Kuterima kau kembali
    Dengan sepenuh hati
    Aku masih tetap sendiri 

    Kutahu kau bukan yang dulu lagi 
    Bak kembangan sari sudah terbagi 

    Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani
    Kalau kau mau kuterima kembali 
    Untukku sendiri 
    Sedang dengan cermin aku enggan berbagi

    Karya : Chairil Anwar

    Begitulah gaya Chairil Anwar mengungkapkan harapan yang besar agar mantan kekasih ingin kembali kepadanya. Ada keberanian, kerelaan, dan sedikit “ngotot” menantang untuk kembali, namun tetap menyisakan kesan tersayat, utamanya pada bait kedua puisinya : “Kutahu kau bukan yang dulu lagi. Bak kembangan sari sudah terbagi”

    Dalam puisi-puisinya, Chairil Anwar memang selalu membawa kesan pria berani yang tak mudah dipatahkan. Bisa kita lihat “diri”nya dalam puisinya yang paling terkenal dan melegenda ‘Aku’.

    Pun dalam puisi ini, meski berpisah dan mantan kekasih sudah berbagi hati dengan yang lain itu menyakitkan, namun Chairil merangkai puisinya dengan gaya sikapnya seperti biasanya. Tidak dengan mengemis, tapi menantang dengan percaya diri. Chairil Anwar benar-benar menjadi dirinya dalam tiap puisinya.

    6. Puisi Cinta tentang Pengorbanan

    TAPI
    aku bawakan bunga padamu
                                           tapi kau bilang masih
    aku bawakan resah padamu
                                           tapi kau bilang hanya
    aku bawakan darahku padamu
                                           tapi kau bilang cuma
    aku bawakan mimpiku padamu
                                           tapi kau bilang meski
    aku bawakan dukaku padamu
                                           tapi kau bilang tapi
    aku bawakan mayatku padamu
                                           tapi kau bilang hampir
    aku bawakan arwahku padamu
                                           tapi kau bilang kalau
    tanpa apa aku datang padamu
                                           wah!

    Karya : Sutardji Calzoum Bachri

    Pengorbanan yang tidak dihargai tergambar jelas dalam puisi Sutardji Calzoum Bachri ini. Dengan konsep keteraturan pada tiap awal baris yang diawali “aku bawakan”, dilanjutkan “tapi kau bilang” pada frasa berikutnya, puisi Sutardji ini terasa sangat unik.

    Ditambah lagi pemilihan kata, dimana pencipta puisi super unik “Tragedi Winka dan Sihka” ini mengungkapkan pemberian kecilnya di muka puisi hingga pengorbanan luar biasa di bagian akhir puisi, cita rasa puisi ini semakin menyayat.

    Keunikan lain disematkan Sutardji pada ujung puisinya dengan menambahkan ujaran “wah!” yang menggambarkan rasa tidak habis pikir sekaligus lelah yang teramat.

    7. Puisi Cinta tentang Kehilangan

    AKHIRNYA KAU HILANG

    Akhirnya kau pergi dan aku akan menemukanmu dimana-mana
    Di udara dingin yang menyusup di bawah pintu
    Atau di baris-baris puisi lama yang diterjemahkan dari bahasa-bahasa jauh

    Di sepasang mata gelandangan yang menyerupai jendela rumah berbulan-bulan tidak dibersihkan
    Atau di balon warna-warni yang melepaskan diri dari tangan seorang bocah

    Akhirnya kau pergi dan aku akan menemukanmu
    Di jalan-jalan yang lengang atau bangku-bangku taman yang kosong
    Aku menemukanmu di salju yang menutupi kota
    Seperti perpustakaan raksasa yang meleleh

    Aku menemukanmu di gerai-gerai kopi, udara
    dan aroma makanan yang kurang atau terlalu matang
    Aku menemukanmu berbaring di kamarku yang kosong
    Saat aku pulang dengan kamera
    dan kepala yang berisi orang-orang murung yang tidak ku kenal

    Kau sedang menyimak lagu yang selalu kau putar
    Buku cerita yang belum kelar kau baca telungkup bagai bayi tidur di dadamu
    Tidak sopan katamu, mengerjakan hal lain sambil menyimak kesedihan dinyanyikan
    Akhirnya kau hilang
    Kau meninggalkan aku
    Dan kenangan kini satu-satunya masa depan yang tersisa

    Karya : Aan Mansyur

    Begitu sempurna Aan Masyur menggambarkan sakitnya kehilangan seseorang yang dicintai. Penulis puisi Rangga dalam film ‘Ada Apa dengan Cinta’ ini menceritakan detail yang dirasakannya saat ditinggalkan oleh kekasih, bahwa meski wujudnya tidak menyertai, tapi bayangannya dengan sangat jelas terlihat.

    Puisi Aan juga semakin manis sekaligus mengharu biru saat di akhir puisinya, Aan medeskripsikan kata ‘kenangan’ sebagai ‘masa depan.

    Oke. itu dia tips mudah merangkai puisi cinta lengkap dengan contoh-contoh puisi cinta dari berbagai penyair terkenal tanah air. Akhirnya, selamat mencipta puisi cinta!

  • 0 Comments

    Leave a reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    CONTACT US

    We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

    Sending

    ©2018 Fpedia.id

    or

    Log in with your credentials

    Forgot your details?